Kamis, 19 Februari 2009

PEMILIH LANSIA PERLU KACAMATA PEMBESAR

 Pemilih Lansia Perlu Kacamata Pembesar
 Negara kita memang menggunakan sistem multipartai. Karena itu, jangan heran kalau banyak poster, pamflet, kalender, sampai baliho berada di mana-mana. Tetapi, partai yang begitu banyak membuat kita bingung untuk pilih siapa.
Beberapa hari yang lalu saya mengikuti sosialisasi salah seorang caleg di daerah saya. Saya sempat terkejut melihat kertas suara yang begitu lebar, kira-kira panjang 50 centimeter dan lebar 40 centimeter. Kertas suaranya memang lebar, tetapi tulisannya kecil sekali. Kira-kira pakai font size 12-14 pt.
Kertas pemilih berjumlah empat, yaitu DPR pusat warna merah, DPR Tk I warna kuning, DPR Tk II warna hijau. Sedangkan warna kertas untuk DPD kemarin belum ada. Ada sepuluh nama caleg untuk setiap partai. Jumlah partai sekarang adalah 38.
Mungkin bagi kita yang masih muda tidak kesulitan untuk membacanya. Tapi, mereka yang usia lansia akan sulit membacanya. Otomatis mereka akan asal nyoblos.
Nah, untuk menanggulangi hal itu, saya kira KPU perlu menyediakan kacamata baca atau kacamata pembesar di setiap bilik suara. Sebab, tidak semua orang memiliki kacamata. Dan yang paling penting, pemilih tidak tersesat di dalam bilik suara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kami Perlu Komentar Anda