“Seharusnya sekolah menjadi tempat belajar yang nyaman, tentran dan menyenangkan. Jauh dari tindak kekerasan dan asusila, serta menjadi tempat terapi bagi siswa-siswa nakal“
Nama : Supriagus Setiyawan,
Alamat :Bangsri RT 05 RW 02 Sukodono Sidoarjo,
Asal Sekolah : SMK YPM 8 Sidoarjo
"SUSU NABATI" yang diolah dari sari kedelai pilihan Teman sarapan pagi yang menyehatkan
Kamis, 19 Februari 2009
Life Skill Education ala Pemasaran Jaringan
“Untuk menjadi kupu-kupu yang mampu terbang dan mampu melihat dunia dengan gamblang, maka pendidikan SMK harus diprogram untuk bisa mengubah peserta didik yang biasa-biasa menjadi luar biasa“
Nama : Supriagus Setiyawan,
Alamat :Bangsri RT.05 RW.02 Sukodono Sidoarjo,
Asal Sekolah : SMK YPM 8 Sidoarjo
Nama : Supriagus Setiyawan,
Alamat :Bangsri RT.05 RW.02 Sukodono Sidoarjo,
Asal Sekolah : SMK YPM 8 Sidoarjo
PEMILIH LANSIA PERLU KACAMATA PEMBESAR
Pemilih Lansia Perlu Kacamata Pembesar
Negara kita memang menggunakan sistem multipartai. Karena itu, jangan heran kalau banyak poster, pamflet, kalender, sampai baliho berada di mana-mana. Tetapi, partai yang begitu banyak membuat kita bingung untuk pilih siapa.
Beberapa hari yang lalu saya mengikuti sosialisasi salah seorang caleg di daerah saya. Saya sempat terkejut melihat kertas suara yang begitu lebar, kira-kira panjang 50 centimeter dan lebar 40 centimeter. Kertas suaranya memang lebar, tetapi tulisannya kecil sekali. Kira-kira pakai font size 12-14 pt.
Kertas pemilih berjumlah empat, yaitu DPR pusat warna merah, DPR Tk I warna kuning, DPR Tk II warna hijau. Sedangkan warna kertas untuk DPD kemarin belum ada. Ada sepuluh nama caleg untuk setiap partai. Jumlah partai sekarang adalah 38.
Mungkin bagi kita yang masih muda tidak kesulitan untuk membacanya. Tapi, mereka yang usia lansia akan sulit membacanya. Otomatis mereka akan asal nyoblos.
Nah, untuk menanggulangi hal itu, saya kira KPU perlu menyediakan kacamata baca atau kacamata pembesar di setiap bilik suara. Sebab, tidak semua orang memiliki kacamata. Dan yang paling penting, pemilih tidak tersesat di dalam bilik suara.
Negara kita memang menggunakan sistem multipartai. Karena itu, jangan heran kalau banyak poster, pamflet, kalender, sampai baliho berada di mana-mana. Tetapi, partai yang begitu banyak membuat kita bingung untuk pilih siapa.
Beberapa hari yang lalu saya mengikuti sosialisasi salah seorang caleg di daerah saya. Saya sempat terkejut melihat kertas suara yang begitu lebar, kira-kira panjang 50 centimeter dan lebar 40 centimeter. Kertas suaranya memang lebar, tetapi tulisannya kecil sekali. Kira-kira pakai font size 12-14 pt.
Kertas pemilih berjumlah empat, yaitu DPR pusat warna merah, DPR Tk I warna kuning, DPR Tk II warna hijau. Sedangkan warna kertas untuk DPD kemarin belum ada. Ada sepuluh nama caleg untuk setiap partai. Jumlah partai sekarang adalah 38.
Mungkin bagi kita yang masih muda tidak kesulitan untuk membacanya. Tapi, mereka yang usia lansia akan sulit membacanya. Otomatis mereka akan asal nyoblos.
Nah, untuk menanggulangi hal itu, saya kira KPU perlu menyediakan kacamata baca atau kacamata pembesar di setiap bilik suara. Sebab, tidak semua orang memiliki kacamata. Dan yang paling penting, pemilih tidak tersesat di dalam bilik suara.
Rabu, 18 Februari 2009
BBM TURUN, JANGAN PAMER!!!
BBM Turun, Jangan Pamer
Saya salut dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memberantas para koruptor di negeri ini. Mulai pucuk sampai keakar-akarnya. Koruptor dipenjara, premanisme diberantas, pungli dibasmi, dan BBM diturunkan sampai tiga kali.
Saya harap siapa pun yang menjadi presiden jangan sekali-kali mengurangi dan menghapus program pemberantasan para koruptor.
Tapi, saya kecewa dengan iklan Partai Demokrat yang menggunakan turunnya harga BBM sebagai media mencari sensasi dan popularitas. Seakan-akan turunnya harga BBM adalah hasil dari peras keringat banting tulangnya, padahal tidak. Hal tersebut sebenarnya utang yang harus dibayar pemerintahan SBY, karena diawal pemerintahannya sudah menaikkan harga BBM tiga kali. Jadi, itu ibarat utang yang harus dibayar sebelum berakhirnya pemerintahan SBY.
Saya salut dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk memberantas para koruptor di negeri ini. Mulai pucuk sampai keakar-akarnya. Koruptor dipenjara, premanisme diberantas, pungli dibasmi, dan BBM diturunkan sampai tiga kali.
Saya harap siapa pun yang menjadi presiden jangan sekali-kali mengurangi dan menghapus program pemberantasan para koruptor.
Tapi, saya kecewa dengan iklan Partai Demokrat yang menggunakan turunnya harga BBM sebagai media mencari sensasi dan popularitas. Seakan-akan turunnya harga BBM adalah hasil dari peras keringat banting tulangnya, padahal tidak. Hal tersebut sebenarnya utang yang harus dibayar pemerintahan SBY, karena diawal pemerintahannya sudah menaikkan harga BBM tiga kali. Jadi, itu ibarat utang yang harus dibayar sebelum berakhirnya pemerintahan SBY.
PEMIMPIN YANG SAKIT JIWA
Pemimpin yang Sakit Jiwa
Amerika Serikat (AS) gembar-gembor untuk memerangi terorisme. Tapi, ketika terorisme dilakukan oleh Israel, AS diam seribu bahasa. AS malu mengatakan bahwa itu adalah terorisme. Karena AS pernah membombardir Afganistan dan Irak. Lalu, terorisme seperti apakah yang harus diperangi?
Agresi militer Israel ke Palestina merupakan terorisme terselubung. Alasan yang dilontarkan mirip dengan alasan AS ketika membombardir Afganistan dan Irak. Pemimpin seperti ini seharusnya dirujuk ke rumah sakit jiwa. Jiwa psikopat, premanisme, dan radikalisme telah merasuki jiwa mereka. Mereka juga telah menodai kesucian agama mereka sendiri (Yahudi), karena mengawali peperangan pada hari Sabtu.
Sejarah kelam Presiden AS, seharusnya menjadi cermin bagi pemimpin Israel. Agresi militer, hanya akan membunuh warga sipil dan anak-anak tak berdosa. Sebenarnya bukan sepatu yang cocok bagi wajah mereka, tapi kotoran hewan.
Amerika Serikat (AS) gembar-gembor untuk memerangi terorisme. Tapi, ketika terorisme dilakukan oleh Israel, AS diam seribu bahasa. AS malu mengatakan bahwa itu adalah terorisme. Karena AS pernah membombardir Afganistan dan Irak. Lalu, terorisme seperti apakah yang harus diperangi?
Agresi militer Israel ke Palestina merupakan terorisme terselubung. Alasan yang dilontarkan mirip dengan alasan AS ketika membombardir Afganistan dan Irak. Pemimpin seperti ini seharusnya dirujuk ke rumah sakit jiwa. Jiwa psikopat, premanisme, dan radikalisme telah merasuki jiwa mereka. Mereka juga telah menodai kesucian agama mereka sendiri (Yahudi), karena mengawali peperangan pada hari Sabtu.
Sejarah kelam Presiden AS, seharusnya menjadi cermin bagi pemimpin Israel. Agresi militer, hanya akan membunuh warga sipil dan anak-anak tak berdosa. Sebenarnya bukan sepatu yang cocok bagi wajah mereka, tapi kotoran hewan.
TEPATKAH HUKUMAN FISIK BAGI SISWA NAKAL
Tepatkah Hukuman Fisik bagi Siswa Nakal?
Dalam dunia pendidikan, siswa yang bersalah akan dihukum, baik hukuman fisik maupun hukuman lain. Hukuman fisik biasanya berupa tamparan, push-up, dan dijemur dibawah terik matahari.
Lalu, masih relevankah hukuman fisik bagi kenakalan siswa? Melihat fenomena yang berkembang saat ini, siswa yang dihukum bukannya bertambah baik, tapi makin nakal dan sering mendendam kepada guru yang menghukum. Ujung-ujungnya, siswa akan menempuh jalur hukum.
Kenakalan siswa pada dasarnya bukan fisiknya yang sakit, tapi jiwa dan rohaninya yang sakit. Secara logika, hukuman fisik tidak relevan diterapkan dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan seharusnya menjadi tempat belajar yang nyaman, menyenangkan, dan menjadi tempat curhat bagi problem-problem kehidupan siswa.
Dalam dunia pendidikan, siswa yang bersalah akan dihukum, baik hukuman fisik maupun hukuman lain. Hukuman fisik biasanya berupa tamparan, push-up, dan dijemur dibawah terik matahari.
Lalu, masih relevankah hukuman fisik bagi kenakalan siswa? Melihat fenomena yang berkembang saat ini, siswa yang dihukum bukannya bertambah baik, tapi makin nakal dan sering mendendam kepada guru yang menghukum. Ujung-ujungnya, siswa akan menempuh jalur hukum.
Kenakalan siswa pada dasarnya bukan fisiknya yang sakit, tapi jiwa dan rohaninya yang sakit. Secara logika, hukuman fisik tidak relevan diterapkan dalam dunia pendidikan. Dunia pendidikan seharusnya menjadi tempat belajar yang nyaman, menyenangkan, dan menjadi tempat curhat bagi problem-problem kehidupan siswa.
Langganan:
Postingan (Atom)